Skema Power Supply Untuk Amplifier

Posted by Moh Duro On 29 August, 2013
Rangkaian berikut merupakan rangkaian power supply / catu daya yang terdiri dari 3 output simetris. Dengan 3 keluaran tersebut dapat membagi sumber listrik ke bagian rangkaian dalam sebuah audio amplifier. Output utama misalnya +V1=+65V dan -V1=-65V (Sesuaikan dengan kebutuhan) dapat digunakan untuk memberi catu tegangan pada bagian akhir sebuah amplifier yaitu Power Amplifier (PA), sedangkan keluaran dengan tegangan misalnya +V2=+12V dan -V2=-12V dapat digunakan untuk bagian tone control-nya atau ke bagian lain yang membutuhkan sumber tegangan 12 V

Menggunakan sebuah relay RL 1 dimaksudkan sebagai protektor untuk melindungi loudspeaker dari tegangan DC yang mungkin terjadi akibat adanya kerusakan pada power amplifier, dan juga berfungsi sebagai Soft Start untuk menghilangkan suara "DUG" saat amplifier dinyalakan. Untuk input sensor relay dapat anda gunakan seperti Rangkaian Loudspeaker Protector Soft Start.

Berikut gambar Skema Power Supply untuk Amplifier : (klik gambar untuk memperjelas !!)

Daftar Komponen :
  • C1 - C44=10000uF 100V
  • C5-8=2200uF 25V
  • C6-9=100nF 100V
  • C7-10=47uF 25V
  • C11....14=2200uF 100V
  • C15=33nF 630V
  • BR1=Bridge 250V 25A
  • BR2=Bridge 250V 3A
  • BR3=Bridge 250V 3A
  • F1=Fuse 2A slow
  • S1= 2X2 switch 250V/10A
  • IC1=7812
  • IC2=7912
  • T1= Travo CT
READ MORE

Skema Rangkaian Power Amplifier 300 Watt

Posted by Moh Duro On 27 August, 2013
Berikut pada gambar dibawah adalah rangkaian power audio amplifier berdaya 300 Watt, yang terdiri dari beberapa komponen yang mudah diperoleh dipasaran.

Cara kerjanya : Penguat dibagi menjadi tiga tahapan yang terpisah. Bagian input, bagian input ini terdiri dari beberapa transistor Q1 sampai Q9, bagian ini merupakan bagian driver daya rendah, output-nya memiliki penguatan tegangan sekitar 4 x dari sinyal input audio dan yang akan menunjang pada bagian tahap berikutnya. Output dari Q1-Q5 adalah driver input dari Q7 dan Q9, sedangkan transistor Q8, merupakan transistor penginderaan bias. Tegangan Q8 dapat disesuaikan pengaturannya oleh TR1, sehingga pengaturan bias outputnya dapat diatur.

Bagian output, diantaranya terdiri Q10-Q11, Q13-Q14 sedangkan output selanjutnya terdiri dari Q16-17. Dioda D4 dan D6 berfungsi untuk mencegah berbaliknya biasing dari Q10 dan Q11 (jika output akan dibatasi). Perlindungan transistor output disediakan oleh Q12 dan Q15 yang memantau kedua arus dan tegangan di transistor output dan memotong arus basis jika batas tersebut terlampaui. Stabilisasi frekuensi disediakan oleh kapasitor C6, C11, C12, dan jaringan RC R31/C10 ditambah R46/C15. Respon frekuensi penguat diatur oleh C1 dan C7 (batas bawah), C6 menetapkan batas atas frekuensi.

Gambar Skema Rangkaian Power Amplifier 300 Watt : (klik gambar untuk memperjelas !!)

Skema Rangkaian Power Amplifier 300 Watt
Power Amplifier 300 Watt
Daftar Komponen :
  • R1-19= 1Kohm 5W
  • R2-3= 4.7Kohm
  • R4-5= 22ohm
  • R6-14= 10Kohm
  • R7-8= 1Kohm
  • R9-23*=10K ohm
  • R10= 10ohm *see circuit sch.
  • R11-13= 2.2Kohm
  • R12= 22Kohm
  • R15-16= 22ohm
  • R17-18=  4.7Kohm
  • R20-25= 390ohm
  • R21= 6.8Kohm
  • R22=  4.7Kohm
  • R24-26-33= 220ohm
  • R27-32= 100ohm 1W
  • R28,29,30,31= 100ohm
  • R34-35= 0.1ohm 5W
  • R36-43= 39ohm
  • R37-42= 5.6Kohm 1W
  • R38-41= 220ohm 5W
  • R39-40= 0.1ohm 5W
  • R44-45= 0.1ohm 5W
  • R46= 4.7ohm 2W
  • R47= 100ohm
  • C1= 2.2uF 25V
  • C2-6= 330pF ceramic
  • C3-8= 100uF 100V
  • C4-9= 100nF 250V
  • C5= 100nF 100V polyester
  • C7= 100uF 25V
  • C10= 1.5nF 100V polyester
  • C11-12= 1.5nF 100V polyester
  • C13-16= 100nF 250V polyester
  • C14-17= 100uF 100V
  • C15= 100nF 250V polyester
  • Q1-2-3= BC547
  • Q4-5-6= BC557
  • Q7-11-12= BD140 or BC640
  • Q8= BC549
  • Q9-10-15= BD139 or BC639
  • Q13-14= MJ15004
  • Q16-17= MJ15003
  • TR1= 2K2 Trimmer
  • F1-2= 5A Fuse Fast
  • D1-3= 5.1V 0.5W Zener
  • D2= 62V/5W Zener or 47v and 15V in series
  • D4-5= 1N4004
  • L1=10 turns diameter 1mm in 15mm diameter tube
  • Use R23=6k8 for 4 ohm loudspeakers
Cat : Semua transistor yang berada di dalam garis terputus ditempatkan pada heatsink / pendingin yang sesuai dan masing-masing menggunakan isolator.
READ MORE

Spesifikasi Samsung Galaxy S4

Posted by Moh Duro On 08 July, 2013
Semakin berkembangnya teknologi elektronika di bidang seluler, semakin berlomba-lomba vendor ponsel dunia untuk menciptakan sebuah teknologi ponsel masa kini, para vendor menawarkan segudang ponsel pilihan, disertai dengan fitur dan spesifikasi yang memukau hal ini tentunya dengan tujuan untuk memanjakan penggunanya.

Sebut saja Samsung dengan dengan unggulan produk terbarunya Samsung Galaxy series anda akan dimanjakan dengan berbagai pilihan yang terdapat dalam series samsung galaxy. Salah satunya yang baru-baru ini dirilis Samsung Galaxy S4.

Spesifikasi Samsung Galaxy S4
Samsung Galaxy S4
Sebagai smartphone yang menjadi unggulan didunianya, Samsung Galaxy S4 dibekali dengan deretan komponen dan fitur tercanggih. Ponsel pintar ini, dibekali dengan prosesor 8-inti (4+4) Exynos 5 Octa dengan kecepatan 1.6GHz. Disamping itu berbagai fungsi unik yang ada pada Samsung Galaxy S4, seperti dapat mendeteksi gerakan tubuh baik kepala maupun telapak tangan yang digunakan untuk alat interaksi dengan ponsel.

Spesifikasi Samsung Galaxy S4
Kurang dari 8mm
Berat Samsung Galaxy S4 ini 130 g, sedang ketebalannya kurang dari 8mm, ukuran layar mencapai 5 inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Perangkat ini juga dibekali dengan software OS android 4.2.2 Versi terbaru, RAM 2GB, micro-SD hingga 64GB, dengan kamera utama di bagian belakang 13 megapiksel, kamera depan 2 megapiksel, dan baterai 2,600 mAh.

Spesifikasi Samsung Galaxy S4
Salah satu fitur lainnya yang menarik yaitu display yang mempunyai kemampuan untuk mengatur kecerahan layar pada mode "Auto Brightness". Pengaturan kecerahan berlangsung otomatis berdasarkan perubahan kondisi cahaya lingkungan, tetapi pengguna bisa mengatur seberapa cerah setting auto yang dijalankan sesuai keinginan.

Lengkapnya Spesifikasi Samsung Galaxy S4 sebagai berikut :
  • Ukuran layar : 5 inci (1920x1080), kepadatan pixel 441 ppi
  • Tipe layar : Super AMOLED, dengan lapisan Corning Gorilla Glass 3
  • Prosesor : Exynos 5 Octa, 8-core (4+4) kombinasi ARM A15 1,6 GHz dan ARM A7 1,2 GHz. GPU PowerVR SGX544MP3
  • RAM : 2GB
  • Storage internal : 16GB
  • Ekspansi storage : micro-SD hingga 64GB
  • Dimensi fisik : 13,6 x 69,8 x 7,9 mm
  • Bobot : 130 gram
  • Jaringan : GSM, HSDPA, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, DLNA, Bluetooth 4.0, NFC, infrared (remote control), micro-USB.
  • Kamera : 13 megapixel dengan autofokus dan LED flash (belakang), 2 megapixel (depan)
  • Kapasitas baterai : 2600 mAh
  • Pilihan warna : hitam dan putih
READ MORE

Mengenal Android Terbaru Sony Xperia Z Ultra

Posted by Moh Duro On 07 July, 2013
Baru-baru ini Sony meluncurkan varian terbaru ponsel pintar Android Xperia Z, yaitu Android super jumbo yang diberi label Sony Xperia Z Ultra. Xperia Z Ultra ini memiliki bentang layar yang besar, berukuran 6,4 inci, hal ini tentunya ukuran yang besar untuk sebuah ponsel, dengan berukuran besar ini memang terasa unik, mungkin dengan pertimbangan untuk menyokong keuntungan produk Sony Mobile Communications di masa depan. Sementara dikatagorikan tablet, ukuran Xperia Z Ultra ini terbilang tanggung karena biasanya tablet berukuran 7 inci.

Sony mengklaim Xperia Z Ultra memiliki segmen pasar tersendiri dan memang ada permitaan dari pasar untuk produk macam ini dan Sony Xperia Z Ultra ini dapat kita definisikan sebagai perangkat perpaduan antara tablet dan ponsel.

Mengenal Android Terbaru Sony Xperia Z Ultra
Sony Xperia Z Ultra
Sony Xperia Z Ultra memiliki kamera utama sebesar 8 MP yang terdapat di bagian belakang, dan resolusinya mencapai 3264x2448 piksel dengan autofocus, serta Fitur Geo-tagging, Touch focus, Face detection, Image stabilization, HDR, sweep panorama sedangkan kamera depannya berukuran 2 MP.

Pada panel bagian belakang, selain dilengkapi kamera 8 MP, materinya terbuat dari kaca antigores dan antipecah. Sedangkan pada sisi kanan ponsel terdapat tombol power berwarna perak, tombol pengatur volume, port untuk jack audio, slot kartu SIM, dan MicroSD.

Mengenal Android Terbaru Sony Xperia Z Ultra

Sedangkan pada sisi kiri ponsel, terdapat port untuk MicroUSB yang juga berfungsi untuk mengisi daya baterai. Hanya ada dua pilihan warna untuk Xperia Z Ultra, yakni hitam dan putih.

Sony Xperia Z Ultra memiliki prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon 800 kecepatan 2,2GHz, memori internal 16 GB dan RAM sebesar 2 GB, dan bisa ditambah dengan memori eksternal MicroSD hingga 64 GB. Sistem operasi yang digunakan adalah Android versi 4.2 (Jelly Bean). Sementara daya tahan hidupnya ditopang oleh baterai berkapasitas 3.000mAh.

Mengenal Android Terbaru Sony Xperia Z Ultra

Sony Xperia Z Ultra dibekali dengan pena stylus untuk menggambar di layar, efisiensi input teks di Xperia Z Ultra, mampu menciptakan catatan menggunakan pensil atau stylus dengan bahan logam apapun, dengan fitur pengenalan tulisan tangan dan juga dapat mengkoreksi salah ketik secara mudah, namun, pena yang digunakan harus terbuat dari logam dengan diameter lebih dari 1mm.
READ MORE

Merakit Home Theatre Sendiri Dengan Rangkaian Elektronika Sederhana

Posted by Moh Duro On 05 July, 2013
Home theater adalah sebuah teater yang dibangun di rumah dan dirancang  untuk meniru (atau melebihi) kinerja teater komersial, atau lebih dikenal sebagai bioskop rumah. Home theater ini biasanya digunakan untuk hiburan di rumah, dimana peralatan audio dan video berusaha di setting untuk mereproduksi video dan audio yang menyerupai bioskop komersial.

Home theater ini terdiri dari ruangan Kedap Suara yang berfungsi agar suara yang dihasilkan optimal dan tidak terdengar dari luar ruangan sehinga tidak mengganggu tetangga kita,  Video berupa monitor atau berupa sebuah televisi layar lebar. Serta terdiri dari seperangkat peralatan Audio yang menghasilkan suara seperti  didalam sebuah bioskop biasanya audio seperti ini dilengkapi dengan surround.

Pada artikel ini saya tidak akan membahas bagaimana cara membuat ruangan kedap suara dan lainnya, tetapi saya akan mencoba memberi dan membahas skema rangkaian surround sederhana dengan komponen yang banyak dijual dipasaran dengan hasil yang lumayan.

Apa itu Surround ? Lebih Jelasnya silakan baca pada tulisan sebelumnya Mengenal Surround Pada Home Theatre. Rangkaiain di bawah ini berupa rangkaiain dekoder Surrond dengan output Speaker kanan, Speaker kiri, center, dan belakang, ditambah dengan output untuk Subwoofer. Klik Gambar untuk memperbesar !
Merakit Home Theatre Sendiri Dengan Rangkaian Elektronika Sederhana
Dekoder Surrond
Daftar Komponen :
  • R1-2-7-8-12-13-18-19-20 = 47Kohm
  • R3-4-5-6-21-22-34-35 = 10Kohm
  • R9-10-11-14-15-16-17 = 15Kohm
  • R=23-24-25-33-36 = 100ohm
  • R26-27-28-31-32 = 100Kohm
  • R29-30 = 5.6Kohm
  • C1-8 = 47uF 25V
  • C2-7-9-14-23 = 47nF 100V
  • C3-6 = 1uF 100V
  • C4-5-10 = 33pF 100V
  • C11-12-15 = 10uF 25V
  • C13 = 82nF
  • C16 = 18pF 100V
  • C17 = 100pF mini adjustable capacitor
  • C18 = 2.2nF
  • C19 = 4.7uF 25V
  • C20 = 100nF 100V
  • C21 = 10nF
  • C22 = 180pF
  • C24 = 150nF
  • RV1-RV2 = 2X10Kohm Log. pot.
  • RV3-4 = 10K Log pot.
  • D1 = 1N4148
  • IC1-6 = TL072
  • IC2-3 = TL074
  • IC4 = MN3101
  • IC5 = MN3004
  • JI.....J6 = RCA female  jack
Beberapa Output dari rangkaian tersebut bisa anda hubungkan dengan beberapa amplifier, misalnya Power Amplifier 18 Watt, atau dengan daya lebih besar tergantung yang anda punya, sama halnya dengan output Sub Woofer, amplifiernya disesuaikan dengan daya dari sub woofer yang anda punya. Layout bisa anda atur seperti gambar berikut :

Layout Home Theater

Selamat mencoba !!
READ MORE

Mengenal Surround Pada Home Theatre

Posted by Moh Duro On 31 May, 2013
Tentunya anda sudah sering mendengar dengan istilah surround pada bidang audio. Teknologi saat ini khususnya pada perangkat elektronik audio, terkadang dilengkapi dengan fasilitas surround. Surround adalah teknologi untuk menghasilkan efek suara seperti mengelilingi pendengarnya, seolah-olah kita berada di tengah adegan ataupun kita seperti terlibat peran dalam sebuah film.

Contoh teknologi suara Surround ini yang paling nyata pada perangkat audio Home Theatre. Umumnya perangkat audio yang banyak beredar dipasaran, memiliki 2 kanal suara yang terpisah kanal kanan (R) dan kanal kiri (L) atau yang disebut dengan stereo. Home theater yang dilengkapi dengan surround memiliki lebih dari 2 kanal output amplifier, seperti contoh paling sederhana bertipe 2.1, ini berarti 2 output kanal kanan dan kanal kiri dan 1 output yang merupakan kanal center biasanya untuk speaker Sub Woofer yang menghasilkan nada rendah (dentuman). Peranan efek surround disini akan menghasilkan suara bergantian diantara 3 speaker tersebut, sehingga terdengan suara seperti mengelilingi kita. seperti Gambar berikut contoh Surround tipe 2.1 :
Mengenal Surround Pada Home Theatre
Surround tipe 2.1

Pada film berformat DVD, yang memiliki stream audio Dolby Surround atau DTS output suaranya terdiri dari 6 kanal  yang terpisah, jika kita menonton film berformat DVD tersebut dengan menggunakan amplifier stereo, maka efek suara surround-nya tidak terdengar dan apabila menggunakan audio amplifier dengan tipe 2.1, tentu hasinya kurang masimal.

Untuk menghasilkan efek-efek surround yang maksimal jika anda nonton film berformat DVD, tentunya anda harus mengunakan amplifier yang output-nya terdiri dari 6 kanal. Home theater dengan output 6 kanal terdiri dari Front Left/kiri depan, Center/tengah, Front Right/kanan depan, Rear Left (Left Surround), Rear Right (Right Surround), dan LFE (Subwoofer). Tata letak speaker pada seperti gambar berikut :

Mengenal Surround Pada Home Theatre
Tata letak Home Theatre
Dengan setting tata letak seperti pada gambar, ditambah dengan ruangan kedap suara, seperti ruangan pada Studio Rekaman ataupun Ruangan gedung Bioskop 21, maka anda akan mendapatkan hasil kualitas suara surround yang maksimal, yang akan membuat anda senyum-senyum.

Home Theatre Surround 6 kanal memiliki harga yang mahal sekali. Untuk itu sebaiknya anda yang hobi utak-atik rangkaian elektronika, bisa memodifikasi amplifier stereo biasa yang sudah ada punya atau merakit sendiri amplifier surround dengan kualitasnya cukup baik sebagai pelengkap home audio dirumah anda. Dilain waktu saya akan posting artikel Merakit Home Theatre Sendiri beserta skema Rangkaiannya.
READ MORE

Cara Mengukur Dengan Menggunakan Osiloskop

Posted by Moh Duro On 14 March, 2013
Pada tulisan sebelumnya kita sudah mengetahui apa itu Oskiloskop serta apa fungsi dari Oscilloscope . Pada tulisan kali ini kita coba belajar Cara Mengukur Dengan Menggunakan Osiloskop tersebut.

Sebelum osiloskop itu kita pakai untuk mengukur atau melihat sinyal hasil pengukuran pada layar, maka osiloskop perlu disetting terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran.

Pengkalibrasian Oskiloskop

Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu pengkalibrasian. Setelah anda mengkoneksikan osiloskop ke jaringan listrik PLN dan menyalakannya, maka yang harus anda amati pada layar monitor yang tampak di layar adalah harus garis lurus mendatar (jika tidak ada sinyal masukan).

Selanjutnya langkah kedua atur fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position. Dengan mengatur posisi tersebut kita nantinya bisa mengamati hasil pengukuran dengan jelas dan akan memperoleh hasil pengukuran dengan teliti.

Langkah ketiga gunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz.

Cara Mengukur Dengan Menggunakan Osiloskop
Kalibrasi Oscilloscope

Langkah keempat tempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka pada layar monitor akan muncul tegangan persegi.
  • Apabila yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1 volt/div (satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1 ms/div (satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms) harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak. 
  • Apabila yang tampat pada layar belum tepat maka perlu diatur pada potensio tengah di knob Volt/div dan time/div. Atau pada potensio dengan label "var".

Cara Mengukur Dengan Menggunakan Osiloskop
Hasil Pengukuran Kalibrasi Oscilloscope


bersambung .......
READ MORE