Mengenal Surround Pada Home Theatre
Tentunya anda sudah sering mendengar dengan istilah surround pada bidang audio. Teknologi saat ini khususnya pada perangkat elektronik audio, terkadang dilengkapi dengan fasilitas surround. Surround adalah teknologi untuk menghasilkan efek suara seperti mengelilingi pendengarnya, seolah-olah kita berada di tengah adegan ataupun kita seperti terlibat peran dalam sebuah film.
Contoh teknologi suara Surround ini yang paling nyata pada perangkat audio Home Theatre. Umumnya perangkat audio yang banyak beredar dipasaran, memiliki 2 kanal suara yang terpisah kanal kanan (R) dan kanal kiri (L) atau yang disebut dengan stereo. Home theater yang dilengkapi dengan surround memiliki lebih dari 2 kanal output amplifier, seperti contoh paling sederhana bertipe 2.1, ini berarti 2 output kanal kanan dan kanal kiri dan 1 output yang merupakan kanal center biasanya untuk speaker Sub Woofer yang menghasilkan nada rendah (dentuman). Peranan efek surround disini akan menghasilkan suara bergantian diantara 3 speaker tersebut, sehingga terdengan suara seperti mengelilingi kita. seperti Gambar berikut contoh Surround tipe 2.1 :
Pada film berformat DVD, yang memiliki stream audio Dolby Surround atau DTS output suaranya terdiri dari 6 kanal yang terpisah, jika kita menonton film berformat DVD tersebut dengan menggunakan amplifier stereo, maka efek suara surround-nya tidak terdengar dan apabila menggunakan audio amplifier dengan tipe 2.1, tentu hasinya kurang masimal.
Untuk menghasilkan efek-efek surround yang maksimal jika anda nonton film berformat DVD, tentunya anda harus mengunakan amplifier yang output-nya terdiri dari 6 kanal. Home theater dengan output 6 kanal terdiri dari Front Left/kiri depan, Center/tengah, Front Right/kanan depan, Rear Left (Left Surround), Rear Right (Right Surround), dan LFE (Subwoofer). Tata letak speaker pada seperti gambar berikut :
Dengan setting tata letak seperti pada gambar, ditambah dengan ruangan kedap suara, seperti ruangan pada Studio Rekaman ataupun Ruangan gedung Bioskop 21, maka anda akan mendapatkan hasil kualitas suara surround yang maksimal, yang akan membuat anda senyum-senyum.
Home Theatre Surround 6 kanal memiliki harga yang mahal sekali. Untuk itu sebaiknya anda yang hobi utak-atik rangkaian elektronika, bisa memodifikasi amplifier stereo biasa yang sudah ada punya atau merakit sendiri amplifier surround dengan kualitasnya cukup baik sebagai pelengkap home audio dirumah anda. Dilain waktu saya akan posting artikel Merakit Home Theatre Sendiri beserta skema Rangkaiannya.
READ MORE
Contoh teknologi suara Surround ini yang paling nyata pada perangkat audio Home Theatre. Umumnya perangkat audio yang banyak beredar dipasaran, memiliki 2 kanal suara yang terpisah kanal kanan (R) dan kanal kiri (L) atau yang disebut dengan stereo. Home theater yang dilengkapi dengan surround memiliki lebih dari 2 kanal output amplifier, seperti contoh paling sederhana bertipe 2.1, ini berarti 2 output kanal kanan dan kanal kiri dan 1 output yang merupakan kanal center biasanya untuk speaker Sub Woofer yang menghasilkan nada rendah (dentuman). Peranan efek surround disini akan menghasilkan suara bergantian diantara 3 speaker tersebut, sehingga terdengan suara seperti mengelilingi kita. seperti Gambar berikut contoh Surround tipe 2.1 :
![]() |
| Surround tipe 2.1 |
Pada film berformat DVD, yang memiliki stream audio Dolby Surround atau DTS output suaranya terdiri dari 6 kanal yang terpisah, jika kita menonton film berformat DVD tersebut dengan menggunakan amplifier stereo, maka efek suara surround-nya tidak terdengar dan apabila menggunakan audio amplifier dengan tipe 2.1, tentu hasinya kurang masimal.
Untuk menghasilkan efek-efek surround yang maksimal jika anda nonton film berformat DVD, tentunya anda harus mengunakan amplifier yang output-nya terdiri dari 6 kanal. Home theater dengan output 6 kanal terdiri dari Front Left/kiri depan, Center/tengah, Front Right/kanan depan, Rear Left (Left Surround), Rear Right (Right Surround), dan LFE (Subwoofer). Tata letak speaker pada seperti gambar berikut :
![]() |
| Tata letak Home Theatre |
Home Theatre Surround 6 kanal memiliki harga yang mahal sekali. Untuk itu sebaiknya anda yang hobi utak-atik rangkaian elektronika, bisa memodifikasi amplifier stereo biasa yang sudah ada punya atau merakit sendiri amplifier surround dengan kualitasnya cukup baik sebagai pelengkap home audio dirumah anda. Dilain waktu saya akan posting artikel Merakit Home Theatre Sendiri beserta skema Rangkaiannya.
Cara Mengukur Dengan Menggunakan Osiloskop
Pada tulisan sebelumnya kita sudah mengetahui apa itu Oskiloskop serta apa fungsi dari Oscilloscope . Pada tulisan kali ini kita coba belajar Cara Mengukur Dengan Menggunakan Osiloskop tersebut.
Sebelum osiloskop itu kita pakai untuk mengukur atau melihat sinyal hasil pengukuran pada layar, maka osiloskop perlu disetting terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran.
Pengkalibrasian Oskiloskop
Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu pengkalibrasian. Setelah anda mengkoneksikan osiloskop ke jaringan listrik PLN dan menyalakannya, maka yang harus anda amati pada layar monitor yang tampak di layar adalah harus garis lurus mendatar (jika tidak ada sinyal masukan).
Selanjutnya langkah kedua atur fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position. Dengan mengatur posisi tersebut kita nantinya bisa mengamati hasil pengukuran dengan jelas dan akan memperoleh hasil pengukuran dengan teliti.
Langkah ketiga gunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz.
Langkah keempat tempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka pada layar monitor akan muncul tegangan persegi.
bersambung .......
READ MORE
Sebelum osiloskop itu kita pakai untuk mengukur atau melihat sinyal hasil pengukuran pada layar, maka osiloskop perlu disetting terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran.
Pengkalibrasian Oskiloskop
Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu pengkalibrasian. Setelah anda mengkoneksikan osiloskop ke jaringan listrik PLN dan menyalakannya, maka yang harus anda amati pada layar monitor yang tampak di layar adalah harus garis lurus mendatar (jika tidak ada sinyal masukan).
Selanjutnya langkah kedua atur fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position. Dengan mengatur posisi tersebut kita nantinya bisa mengamati hasil pengukuran dengan jelas dan akan memperoleh hasil pengukuran dengan teliti.
Langkah ketiga gunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz.
| Kalibrasi Oscilloscope |
Langkah keempat tempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka pada layar monitor akan muncul tegangan persegi.
- Apabila yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1 volt/div (satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1 ms/div (satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms) harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak.
- Apabila yang tampat pada layar belum tepat maka perlu diatur pada potensio tengah di knob Volt/div dan time/div. Atau pada potensio dengan label "var".
![]() |
| Hasil Pengukuran Kalibrasi Oscilloscope |
bersambung .......
Skema Rangkaian Saklar Suara
Skema Rangkaian Saklar Suara | Rangkaian ini merupakan rangkaian saklar elektronik
yang peka terhadap suara penggunanya. Komponen yang berperan sebagai sensor berupa microphone ( MIC ). Dengan menggunakan rangkaian ini penguna tidak lagi repot-repot menekan tombol saklar saat menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya.
Suara dari pengguna merupakan input dari microphone ( MIC ) dan menjadi masukan sinyal input ke IC1A op-amp (LM 358). Ini merupakan rangkaian non-inverting amplifier dengan menghasilkan penguatan 151 atau 43,6 dB. VR (variabel resistor R6) berfungsi untuk mengatur dan menyesuaikan penguatan / sensitivitas dari rangkaian non-inverting amplifier tersebut. Suatu pengaturan awal bisa dipakai bila gainnya tetap, Potensiometer dipakai untuk memicu pada tingkat suara yang berlainan supaya memperoleh rata-rata keluaran suaranya.
Tegangan DC 12 V merupakan sumber tegangan ke kaki no. 5 pada IC1b op-amp yang kedua, yang berfungsi sebagai sebuah comparator. Tegangan resistif pada pin 6 berkisar sekitar 2V. Apabila tegangan pada pin 6 dan pin 7 tinggi. Maka akan menggerakkan transistor Q1 dan akan mengaktifkan relay serta menyalakan LED. Dioda 1n4004 pada di relay berfungsi untuk menghindari tegangan balik yang bisa menyebabkan kerusakan pada transistor.
Catatan : rangkaian saklar suara ini berfungsi menutup kontak relay dan selanjutnya akan membukanya kembali (dalam waktu tertentu), untuk menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya, anda harus mengkombinasikan dengan rangkaian Saklar On-Off Digital atau rangkaian saklar elektronik lainnya.
READ MORE
Suara dari pengguna merupakan input dari microphone ( MIC ) dan menjadi masukan sinyal input ke IC1A op-amp (LM 358). Ini merupakan rangkaian non-inverting amplifier dengan menghasilkan penguatan 151 atau 43,6 dB. VR (variabel resistor R6) berfungsi untuk mengatur dan menyesuaikan penguatan / sensitivitas dari rangkaian non-inverting amplifier tersebut. Suatu pengaturan awal bisa dipakai bila gainnya tetap, Potensiometer dipakai untuk memicu pada tingkat suara yang berlainan supaya memperoleh rata-rata keluaran suaranya.
Tegangan DC 12 V merupakan sumber tegangan ke kaki no. 5 pada IC1b op-amp yang kedua, yang berfungsi sebagai sebuah comparator. Tegangan resistif pada pin 6 berkisar sekitar 2V. Apabila tegangan pada pin 6 dan pin 7 tinggi. Maka akan menggerakkan transistor Q1 dan akan mengaktifkan relay serta menyalakan LED. Dioda 1n4004 pada di relay berfungsi untuk menghindari tegangan balik yang bisa menyebabkan kerusakan pada transistor.
![]() |
| Rangkaian Saklar Suara |
Oscilloscope dan Fungsinya
Oscilloscope dan Fungsi Penggunaannya | Osiloskop (Oscilloscope) merupakan alat ukur elektronik. Dengan menggunakan alat ukur Oscilloscope ini, kita dapat mengukur frekwensi, periode dan melihat bentuk-bentuk gelombang seperti bentuk gelombang sinyal audio, sinyal video, dan bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Dengan sedikit melakukan pengaturan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
Osiloskop terdiri dari dua bagian yaitu Display dan Panel Control :
Display
Display menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan.
Panel Control
Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Tombol-tombol pada panel osiloskop antara lain :
Lebih rinci perhatikan gambar panel kontrol Oscilloscope Dual Trace berikut :
Keterangan gambar panel kontrol Osilokop Dual Trace diatas :
1. VERTICAL INPUT : merupakan input terminal untuk channel-A/saluran A.
2. AC-GND-DC : Penghubung input vertikal untuk saluran A.
5. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A.
7. Pengatur posisi horisontal.
8. SWEEP TIME/DIV.
9. SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
10. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
11. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak
ke puncak.
12. COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen
(component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada
posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND.
13. TRIGGERING LEVEL.
14. LAMPU INDIKATOR.
15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17. GND terminal ground/arde/tanah.
18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada
posisi :
20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap
berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
23. CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B.
24. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
25. VARIABLE.
26. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
27. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada
nomor 2.
28. COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.
Ada beberapa jenis gelombang yang ditampilkan pada layar monitor osiloskop, yaitu:
Osiloskop Analog (Analog Real Time oscilloscope)
Osiloskop analog ini menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas electron dalam tabung (CRT) sesuai bentuk gambar yang diukur. Pada layar osiloskop langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut.
Osiloskop analog memiliki keunggulan seperti ; harganya relatif lebih murah daripada osiloskop digital, sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar, serta mampu meragakan bentuk yang lebih baik seperti yang diharapkan untuk melihat gelombang-gelombang yang kompleks, misalnya sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo.
Osiloskop Digital (Digital Storage Osciloscope)
Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.
Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif, kemudahan tugas-tugas akuisisi gelombang dan pengukurannya. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. Jika kemampuan teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur.
Secara umum dapat kita simpulkan fungsi Oscilloscope / osiloskop yaitu untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu. Dengan alat ukur Osiloskop ini kita dapat mengetahui :
READ MORE
![]() |
| Osiloskop |
Display
Display menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan.
Panel Control
Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Tombol-tombol pada panel osiloskop antara lain :
- Focus : Digunakan untuk mengatur fokus
- Intensity : Untuk mengatur kecerahan garis yang ditampilkan di layar
- Trace rotation : Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar
- Volt/div : Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar
- Time/div : Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar
- Position : Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol)
- AC/DC : Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop. Jika tombol pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan.
- Ground : Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar.
- Channel 1/ 2 : Memilih saluran / kanal yang digunakan.
Lebih rinci perhatikan gambar panel kontrol Oscilloscope Dual Trace berikut :
![]() |
| Panel kontrol Oscilloscope |
1. VERTICAL INPUT : merupakan input terminal untuk channel-A/saluran A.
2. AC-GND-DC : Penghubung input vertikal untuk saluran A.
- Jika tombol pada posisi AC, sinyal input yang mengandung komponen DC akan ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor.
- Jika tombol pada posisi GND, terminal input akan terbuka, input yang bersumber dari penguatan internal di dalam Oscilloscope akan di-grounded.
- Jika tombol pada posisi DC, input terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada di dalam Oscilloscope dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor.
- CH-A : tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran A.
- CH-B : tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran B.
- DUAL : pada batas ukur (range) antara 0,5 sec/DIV – 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan pada frekuensi sekitar 200k Hz. Pada batas ukur (range) antara 0,5 msec/DIV – 0,2 µ sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH) dipakai bergantian.
- ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan. Dengan menekan tombol PULL INVERT akan diperoleh SUB MODE.
5. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A.
- Jika tombol “VARIABLE” diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar monitor akan tergambar tergambar tegangan per “DIV”. Pilihan per “DIV” tersedia dari 5 mV/DIV – 20V/DIV.
7. Pengatur posisi horisontal.
8. SWEEP TIME/DIV.
9. SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
10. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
11. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak
ke puncak.
12. COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen
(component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada
posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND.
13. TRIGGERING LEVEL.
14. LAMPU INDIKATOR.
15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17. GND terminal ground/arde/tanah.
18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada
posisi :
- INT : sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,
- CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,
- CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,
- AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber sinyal AC itu sendiri,
- EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal.
20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap
berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
23. CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B.
24. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
25. VARIABLE.
26. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
27. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada
nomor 2.
28. COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.
Ada beberapa jenis gelombang yang ditampilkan pada layar monitor osiloskop, yaitu:
- Gelombang segitiga.
- Gelombang sinusoida
- Gelombang blok
- Gelombang gigi gergaji
Osiloskop Analog (Analog Real Time oscilloscope)
Osiloskop analog ini menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas electron dalam tabung (CRT) sesuai bentuk gambar yang diukur. Pada layar osiloskop langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut.
Osiloskop analog memiliki keunggulan seperti ; harganya relatif lebih murah daripada osiloskop digital, sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar, serta mampu meragakan bentuk yang lebih baik seperti yang diharapkan untuk melihat gelombang-gelombang yang kompleks, misalnya sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo.
Osiloskop Digital (Digital Storage Osciloscope)
Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.
Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif, kemudahan tugas-tugas akuisisi gelombang dan pengukurannya. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. Jika kemampuan teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur.
Secara umum dapat kita simpulkan fungsi Oscilloscope / osiloskop yaitu untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu. Dengan alat ukur Osiloskop ini kita dapat mengetahui :
- Berapa frekuensi, periode dan tegangan dari suatu sinyal elektronik.
- Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
- Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
- Membedakan arus AC dengan arus DC.
- Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- dll
Cara Menggunakan / Menjalankan Protel PCB
Cara Menggunakan / Menjalankan Protel PCB | Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas pengertian tentang aplikasi Protel PCB dan fungsi pada tombol-tombol software Protel. Protel PCB yaitu aplikasi/program komputer yang berfungsi untuk menggambar layout jalur PCB rangkaian elektronika. Aplikasi Protel PCB ini bisa anda unduh / download dengan mudah, gunakan keyword Download Protel PCB pada browser untuk mendapatkannya.
Memulai Merancang jalur PCB dengan Protel
Penting ! : Yang perlu anda perhatikan untuk merancang jalur PCB sebuah rangkaian elektronika hendaknya jalur pengawatan antara satu dengan yang lain tidak membentuk sudut kurang dari 90 derajat (lancip).
1. Untuk membuat dokumen baru (File --- > New) atau membuka dokumen yang pernah dibuat (File ---> Open), maka akan muncul tampilan lembar kerja seperti gambar berikut berikut :
2. Klik tombol library dan memilih lubang kaki komponen yang dikehendaki. (Apabila ukuran kaki komponen yang dikehendaki tidak terdapat
pada library, Anda dapat membuatnya secara manual dengan mengklik tombol
dibawah
pilihan menu). Kemudian Anda tinggal menempatkannya sesuai keinginan. Klik pilihan Display untuk memunculkan tampilan dari komponen. Tampak gambar seperti berikut :
3. Jika sudah terpilih komponen yang diinginkan, klik Place untuk memasang komponen yang dipilih ke papan kerja. Selanjutnya Anda diminta untuk mengisi Component Designator (isi kode komponen, misal ICI1 atau C1) ---> klik OK. Kemudian diminta pula untuk mengisi Comment (isi dengan nilai komponen, misal 1000 uF) ---> klik OK.
4. Klik Close setelah pemilihan komponen dari library selesai, dan akan kembali ke lembar kerja (worksheet), dan tampilan worksheet seperti gambar berikut :
5. Pada lembar kerja ini ada bisa melakukan editing (menu Edit) misalnya memindahkan (move), memutar (rotate), menyalin (copy), dan lainnnya.
6. Gunakan cara yang sama, untuk memilih komponen yang lain sesuai dengan rangkaian elektronika yang akan dibuat (dimulai dari no 2).
7. Selanjutnya melakukan pengawatan antar kaki-kaki komponen sesuai dengan gambar rangkaian elektronika yang dirancang. Klik tombol
dan tunjuk dengan mouse kaki komponen untuk memulai pengawatan. Gambar tampak seperti berikut :
8. Proses tersebut diatas anda lakukan berulang hingga layout jalur PCB yang di rencanakan selesai dan tertata dengan rapi.
9. Terakhir silakan lakukan pencetakan dengan memilih menu File ---> Print ---> Composite/Final Artwork, atau anda bisa langsung menekan tombol
untuk mencetak gambar Layout Jalur PCB anda.6)
9. Selesai, tutuplah aplikasi Protel for Windows 1.5.
10. Semoga bermanfaat !...
READ MORE
Memulai Merancang jalur PCB dengan Protel
Penting ! : Yang perlu anda perhatikan untuk merancang jalur PCB sebuah rangkaian elektronika hendaknya jalur pengawatan antara satu dengan yang lain tidak membentuk sudut kurang dari 90 derajat (lancip).
1. Untuk membuat dokumen baru (File --- > New) atau membuka dokumen yang pernah dibuat (File ---> Open), maka akan muncul tampilan lembar kerja seperti gambar berikut berikut :
![]() |
| Tampilan Worksheet Protel for Windows 1.5 |
![]() |
| Tampilan library |
4. Klik Close setelah pemilihan komponen dari library selesai, dan akan kembali ke lembar kerja (worksheet), dan tampilan worksheet seperti gambar berikut :
![]() |
| Lembar Kerja |
6. Gunakan cara yang sama, untuk memilih komponen yang lain sesuai dengan rangkaian elektronika yang akan dibuat (dimulai dari no 2).
7. Selanjutnya melakukan pengawatan antar kaki-kaki komponen sesuai dengan gambar rangkaian elektronika yang dirancang. Klik tombol
![]() |
| Protel PCB stelah Pengawatan |
9. Terakhir silakan lakukan pencetakan dengan memilih menu File ---> Print ---> Composite/Final Artwork, atau anda bisa langsung menekan tombol
9. Selesai, tutuplah aplikasi Protel for Windows 1.5.
10. Semoga bermanfaat !...
Software Protel Untuk Menggambar Layout PCB
Protel Aplikasi Untuk Menggambar Layout Jalur PCB | Saat ini terdapat bermacam-macam program / software komputer yang bisa anda pilih dan gunakan untuk menggambar Jalur PCB rangkaian elektronika. Anda sangat dibantu dan dipermudah untuk merancang layout jalur PCB ini dengan berbantuan Computer. Dintaranya program tersebut yang bisa anda gunakan seperti Protel, Eagle, PCB Designer, Diptrace dan lain-lain.
Kali ini kita khusus belajar cara menjalankan / merancang layout jalur PCB dengan menggunakan aplikasi Protel for Windows 1.5. Untuk Aplikasi lainnya kita belajar dilain waktu.
Protel PCB adalah salah satu aplikasi atau program (software) yang populer digunakan untuk merancang jalur layout PCB Rangkaian Electronica.
Program Protel for Windows (PCB Design) mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
Fungsi dari menu Protel For Windows :
File
Submenu yang berhubungan dengan membuat file baru (New), membuka file (Open), menyimpan file (Save), keluar dari program (exit), dan masih banyak lainnya.
Edit
Memuat bagian submenu yang berhubungan dengan menyalin (Copy), memotong (Cut), membersihkan lembar kerja (Clear), menghapus (Delete), merubah (Change), memindahkan (Move), dan masih banyak lainnya.
Library
Submenu yang berhubungan dengan data komponen dan juga tipe dari pad PCB yang akan digunakan.
Netlist
Submenu konversi dari text editor (dengan ekstensi file NET) ke bentuk rangkaian PCB secara otomatis.
Auto
Submenu auto route dan auto place, yang berfungsi secara otomatis membuat jalur layout.
Current
Submenu karakteristik tipe Pad yang digunakan, jenis grid yang akan digunakan, lapisan Pad (layer) yang digunakan, jenis track/jalur, jenis lubang kaki komponen (diameter).
Options
Submenu ini memuat beberapa pilihan diantaranya untuk menentukan tampilan layar, warna dari tiap lapisan (layer) yang akan digunakan, dan tampilan toolbar.
Zoom
Untuk memperpesar maupun memperkecil tampilan
Info
Memberitahukan kepada kita mengenai status dari system, ukuran papan PCB, pengukur jarak
Window
Untuk mengubah tampilan layar menjadi Cascade, Tile, dan membuka file yang sudah pernah digunakan
Help
Memuat tentang permasalahan (troubleshooting) yang kemungkinan terjadi dalam penggunaan aplikasi Protel PCB
Fungsi dari Tombol-tombol Protel For Windows :
Artikel selanjutnya ....... Cara menjalankan / menggunakan Protel PCB
READ MORE
Kali ini kita khusus belajar cara menjalankan / merancang layout jalur PCB dengan menggunakan aplikasi Protel for Windows 1.5. Untuk Aplikasi lainnya kita belajar dilain waktu.
Protel PCB adalah salah satu aplikasi atau program (software) yang populer digunakan untuk merancang jalur layout PCB Rangkaian Electronica.
Program Protel for Windows (PCB Design) mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
- Bisa dijalankan dengan menggunakan Sistem Operasi Windows,
- Multilayer (dapat merancang PCB dengan beberapa lapisan),
- Mempunyai menu utama yang diwakili dengan menggunakan button (tombol perintah)
- Fasilitas Auto Route (secara otomatis membuat jalur layout PCB)
![]() |
| Protel for Windows 1.5 |
File
Submenu yang berhubungan dengan membuat file baru (New), membuka file (Open), menyimpan file (Save), keluar dari program (exit), dan masih banyak lainnya.
Edit
Memuat bagian submenu yang berhubungan dengan menyalin (Copy), memotong (Cut), membersihkan lembar kerja (Clear), menghapus (Delete), merubah (Change), memindahkan (Move), dan masih banyak lainnya.
Library
Submenu yang berhubungan dengan data komponen dan juga tipe dari pad PCB yang akan digunakan.
Netlist
Submenu konversi dari text editor (dengan ekstensi file NET) ke bentuk rangkaian PCB secara otomatis.
Auto
Submenu auto route dan auto place, yang berfungsi secara otomatis membuat jalur layout.
Current
Submenu karakteristik tipe Pad yang digunakan, jenis grid yang akan digunakan, lapisan Pad (layer) yang digunakan, jenis track/jalur, jenis lubang kaki komponen (diameter).
Options
Submenu ini memuat beberapa pilihan diantaranya untuk menentukan tampilan layar, warna dari tiap lapisan (layer) yang akan digunakan, dan tampilan toolbar.
Zoom
Untuk memperpesar maupun memperkecil tampilan
Info
Memberitahukan kepada kita mengenai status dari system, ukuran papan PCB, pengukur jarak
Window
Untuk mengubah tampilan layar menjadi Cascade, Tile, dan membuka file yang sudah pernah digunakan
Help
Memuat tentang permasalahan (troubleshooting) yang kemungkinan terjadi dalam penggunaan aplikasi Protel PCB
Fungsi dari Tombol-tombol Protel For Windows :
Tombol
|
Fungsi
|
Membuka file PCB yang sudah ada (tersimpan)
|
|
Menyimpan file PCB
|
|
Membuka dialog/setting printer (mencetak gambar jalur/layout PCB)
|
|
Tampil papan kerja (perbesaran yang disesuaikan dg layar monitor)
|
|
Tampil papan kerja (perbesaran yang disesuaikan oleh pengguna)
|
|
Memperbarui tampilan layar (Refresh)
|
|
Memotong komponen dan memindahkannya dari posisi semula
|
|
Menempatkan komponen ke bagian tertentu pada papan kerja (board)
|
|
Memilih (memblok) komponen dalam area
yang dipilih
|
|
Memindah komponen yang terpilih ke bagian lain papan kerja
|
|
Mengatur ukuran snap grid
|
|
Membuat lingkaran dimulai
dari titik pusat
|
|
Memposisikan komponen pada library secara manual
|
|
Memblok area secara manual
|
|
Menempatkan lubang
kaki komponen secara manual
|
|
Menambah teks untuk
keterangan pada area papan
|
|
Membuat jalur pengawatan secara manual
|
|
Menempatkan via secara
manual
|
|
Menampilkan kembali kotak dialog setup
|
|
Membuka library dan memilih komponen
|
|
Menghubungkan Protel Windows Schematic
|
|
Untuk membatalkan perintah sebelumnya
|
|
Mengulangi perintah yang telah
dibatalkan sebelumnya
|
|
Bantuan program
|
Artikel selanjutnya ....... Cara menjalankan / menggunakan Protel PCB
Skema Rangkaian Charger Accu Sepeda Motor
Skema Rangkaian Charger untuk Accu Sepeda Motor | Rangkaian ini berfungsi untuk pengisian battery / accu pada sepeda motor. Cara kerja dari rangkaian ini sama dengan cara kerja Charger/pengisi battery lainnya. Selain dapat mengisi battery/accu dari sepeda motor rangkaian ini bisa juga anda gunakan untuk mengisi accu mobil, tetapi proses pengisian sampai penuh, memakan waktu cukup lama.
Pada rangkaian terdapat led (green) yang berfungsi untuk mengontrol battery / accu. Apabila proses pengisian sudah selesai (battery / accu terisi penuh) maka led tersebut akan menyala. Led ini dikendalikan oleh IC LM350 merupakan regulator tegangan yang mengatur dan menjaga tegangan antara titik C dan B sebesar 1,25 Volt. Resistor 1K dan VR 2K antara titik B dan gnd (-) merupakan tegangan output untuk mengontrol led tersebut.
Rangkaian ini patut anda coba dan hasilnya lumayan bagus (tidak mengecewakan), Komponen yang digunakan banyak dijual di pasaran, Semoga sukses !
READ MORE
Pada rangkaian terdapat led (green) yang berfungsi untuk mengontrol battery / accu. Apabila proses pengisian sudah selesai (battery / accu terisi penuh) maka led tersebut akan menyala. Led ini dikendalikan oleh IC LM350 merupakan regulator tegangan yang mengatur dan menjaga tegangan antara titik C dan B sebesar 1,25 Volt. Resistor 1K dan VR 2K antara titik B dan gnd (-) merupakan tegangan output untuk mengontrol led tersebut.
Rangkaian ini patut anda coba dan hasilnya lumayan bagus (tidak mengecewakan), Komponen yang digunakan banyak dijual di pasaran, Semoga sukses !
![]() |
| Skema Charger Accu Sepeda Motor / Mobil |












